1. Serangan Hacker Dunia
Kita mungkin sering mendengar berita salah satu website tiba-tiba mati karena diserang oleh peratas online, seketika sebuah website tidak bisa diakses, apalagi kalau yang diserang adalah situs pemerintahan, tentu menjadi berita hangat di negara tersebut.
Pernahkah anda penasaran siapa yang melakukan penyerangan, negara mana yang paling banyak diserang dan negara mana yang paling sering malakukan penyerangan?
Sebuah website menggambarkan secara visual bagaimana perang antar peretas, perang serangan ddos antar negara didunia ini. Perang yang tidak bisa kita lihat secara kasat mata, namun nyatanya ini benar-benar ada. Visualisasi ini bisa muncul karena setiap detik norse mencatat setiap ancaman yang ada di dunia cyber. Norse sendiri dikenal sebagai global leader dalam dunia serangan intelijen.
Saat artikel ini kami tulis, secara visual yang kami lihat bahwa negara yang paling banyak melakukan penyerangan adalah China, sedangkan negara yang paling banyak diserang adalah Amerika.
Pernahkah anda penasaran siapa yang melakukan penyerangan, negara mana yang paling banyak diserang dan negara mana yang paling sering malakukan penyerangan?
Sebuah website menggambarkan secara visual bagaimana perang antar peretas, perang serangan ddos antar negara didunia ini. Perang yang tidak bisa kita lihat secara kasat mata, namun nyatanya ini benar-benar ada. Visualisasi ini bisa muncul karena setiap detik norse mencatat setiap ancaman yang ada di dunia cyber. Norse sendiri dikenal sebagai global leader dalam dunia serangan intelijen.
Saat artikel ini kami tulis, secara visual yang kami lihat bahwa negara yang paling banyak melakukan penyerangan adalah China, sedangkan negara yang paling banyak diserang adalah Amerika.
Tabel 2015 Attack Hacker
2. Indonesia Peringkat Satu Aksi Serangan Hacker Terbanyak 2013
Serangan cyber yang berasal dari Indonesia terus mengalami
peningkatan. Data terbaru dari Akamai mencatat, Indonesia saat ini menduduki
peringkat pertama negara yang paling banyak melakukan serangan cyber.
Menurut laporan tiga bulanan bertajuk "State of the Internet" yang dirilis Akamai, Rabu (16/10/2013), Indonesia menyumbang 38 persen lalu lintas internet yang berhubungan dengan peretasan server pada kuartal kedua 2013. Angka tersebut naik dari 21 persen pada kuartal pertama 2013.
Indonesia telah menyingkirkan China yang sebelumnya dikenal sebagai negara yang paling sering melakukan serangan cyber. Kini China berada di peringkat kedua, yang menyumbang 33 persen dari lalu lintas aksi peretasan global.
Sementara Amerika Serikat turun menjadi 6,9 persen dan tetap
berada di peringkat ketiga. Dalam penelitian ini, Akamai mengamati lalu lintas
serangancyber di 175 negara berdasarkan alamat internet protokol (IP address).
Tidak diketahui secara pasti apakah serangan tersebut
benar-benar berasal dari Indonesia. Sebab, peretas bisa saja memanfaatkan IP
address dari Indonesia, padahal sebenarnya ia berada di luar Indonesia.
Tetapi, keberadaan peretas-peretas dari Indonesia pun tak
boleh dipandang sebelah mata. Belakangan ini banyak kasus peretasan situs web
pemerintah, termasuk situs web Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang dibobol
Wildan Yani (22 tahun) asal Jember, Jawa Timur.
Menurut data Kementerian Komunikasi dan Informatika
(Kemenkominfo), kasus serangan cyber di Indonesia telah mencapai 36,6 juta
insiden dalam tiga tahun terakhir. Kemenkominfo telah berkomitmen untuk
meningkatkan keamanan cybernasional.
Pentingnya meningkatkan keamanan internet ini akan dibahas
Pemerintah Indonesia dalam acara Internet Governance Forum 2013 yang digelar
Perserikatan Bangsa-Bangsa di Nusa Dua, Bali, pada 22 sampai 25 Oktober 2013.





0 komentar:
Posting Komentar